Kamis, 20 Agustus 2015

My Daddy Birthday

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hari ini merupakan hari kelahiran lelaki paling berharga dalam hidupku. 19 Agustus 1958 tepatnya beliau menginjakkan kakinya dibumi. Sangat bahagia aku memilikinya, seseorang yang humoris, namun memiliki tingkat kesensitifan yang tinggi hhahaa. Yuph! Sama seperti aku, anak perempuannya yang paling pemalas ini hhihii. Dari kecil aku dekat dengan beliau. Aku selalu mau pergi kemana pun beliau ajak. Namun aku pula lah yang sering berantem di rumah dengannya, baik tangisan dan teriakan melengking itu pasti berasal dari kami hhahaa. Aku mirip dengan beliau. Dan baru ku sadari setelah besar dan jauh kini. Aku yang mudah marah atas hal yang menjengkelkan dan tertawa akan hal yang sepele. Cuek dan lebih terlihat antipati. Jiaaahh tapi walaupun begitu, perhatian  sudah pasti ada di dalam diri kami.

Waktu kumpul dengan teman-teman dan perbincangan bertemakan keluarga. Aku pasti bercerita satu halaman HVS saja tentang keluargaku tanpa jeda. Dan akhirnya mereka tertawa dan bilang, “Kamu anak ayah yaa?”. Whaaatt?? Cobalah dipikir sedikit, dari setiap percikan ludah yang keluar dari bibirku berceritakan tentang perang aku dan ayah -___- dan mereka bilang aku anak ayah. Ckckck. Fantastic!

Tapi setelah banyak perkumpulan temanku bilang seperti itu, aku sendiri yang mulai berpikir, ternyata aku dekat dengan ayahku. Meskipun dengan debat gak karuan, huft -.- gak ada romatisnya sedikitpun. Tak apalah. Tapi ada yang membuatku sedih, mereka selalu bertanya, “Kamu gak dekat dengan ibumu?”. Iiiiiissh..dekat tauuukk! Tapi gak mungkinlah aku cerita tentang hal buruk tentang amak. Yaakali aku cerita perperangan aku dgn amak. Beliau sungguh sempurna bagiku. Tiada tandingannya. Beruntung ayahku memilikinya dan aku bisa memiliki ayah yang luar biasa karna amak yang keren. Amak pernah jatuh sakit, karna terlalu berat memikirkan kami, anak-anaknya. Mungkin juga karna aku yang sangat bandel di rumah dan di luar. Yaaah, tapi amak udah sembuh dan gak boleh kerja berat kecuali masak air, tanak beras, cuci piring-baju, dan sapu rumah. Di rumah cuma ada ayah dan amak. Karna abang pertama tinggal sama mama mar (kakak ayah) di Pekanbaru, abang kedua tinggal di Lubuklinggau tapi beda kelurahan sama rumah orang tua kami, kakak nge-kost di Pekanbaru, aku dan adekku kost di Padang. Jadiiii, tinggallah berdua ayah dan amak di rumah.

Dulu aku TK, setiap pagi ayah harus pergi mengantar abang-abang dan kakak ke sekolah. Lanjut jemput teman-teman sekolah lainnya karna mobil ayah masih banyak kosong bangku. Walaupun merk mobil ayah cuma mitsubishi, tapi mobil itu mempunyai kenangan baik dari kecil sampe mobil itu dijual karna sering mogok. Setiap ketemu teman-teman masa kecil, mereka selalu cerita mobil bau itu. Hhahaa, aku punya asma dan sangat terganggu dengan bau mobil itu. Entah bau bensin entah bau apa gak tahu juga, sesak..penuh rasanya kalau berada dalam mobil itu. Kecuali di saat mobil udah dijalankan, karna banyak angin yang masuk dan menjernihkan penciumanku hhahaa lebay.

Aku selalu punya pengalaman menyenangkan dengan amak waktu kecil sebelum amak jatuh sakit. Waktu TK, aku gak bisa ergi bareng sama yang lain karna jam masukku berbeda. Jadi amaklah yang mengantar dan jemput aku dari TK. Saat jadwal perawatnya sama denganku, aku dijemput dan diajak ke rumah sakit. Pergi TK dengan beliau sungguh menyenangkan, boleh beli kue yang aku suka dan dapat kue dari dokter dan pasien RS hhahaa. Pulangnya juga asyik, ada banyak makanan dan dokter-dokternya baik, perawatnya juga baik. Mereka baik karna amak juga baik dan ulet sekali disana. Tapi ada satu yang gak aku suka, air mineral dan mie disana gak enaaaakkk. Aku lebih suka makan makanan dari pasien amak aja. Hhahaa air mineral dan mie nya rasa obat, hueeekkss! Meskipun aku anaknya perawat, tapi aku gak suka obat dan baunya. Lebih milih disuntik, tapi ayahku selalu mengancam aku tuk disuntik kalau sakit. Hhahaa aku sih yess! Padahal ayah tuh yang gak suka disuntik hhahaa dan lebih milih minum obat meskipun dikunyah.

Aku masih inget waktu aku merajuk dengan amak dan teriakin amak pilih kasih sama aku dan adek. Amak langsung kasih jeruk dingin yang banyak dan bilang dengan perhatiannya, “Amak gak ada pilih kasih, ini makanlah jeruknya, ini untuk santi”. Terus dibukain kulitnya, ditungguin aku yang nangis sesegukan. Ayah cuma diam dan merokok di belakang -.- haish gitu kali backgroundnya. Aku suka momen itu hhahaa setiap teman-teman bilang aku itu dianaktirikan apa gak, aku selalu jawab kalau iyah kenapa. Aku bahagia dan gak pernah iri-dengki. Aku gak pernah iri dengan hasil raportku yang berbeda jauh dengan saudara-saudaraku, gak pernah iri ketika gak diajak ke mall, gak pernah iri ketika dibandingkan dengan yang lain. Karna aku selalu teriak, “dia dia aku aku, jangan sama-samakanlah! Aku tuh beda!”. Hhahaa meskipun begitu ayah dan amak gak pernah sedih dengan apapun yang aku peroleh. Selalu bersyukur karna aku masih ada di sekitar mereka. Aku selalu bertindak seolah aku baik-baik saja. Dan memang aku baik-baik saja meskipun setiap aku bercerita tentang masalahku kepada orang tua, aku yang sering disalahkan hhahaa karna melihat gayaku yang preman di rumah, berandaaall. Tapi gapapa. Tindakanku masih di batas normal kok ;) hhahahaa beruntunglah yang memilikku kelak jiaaahhh #kode nih..

Semoga kelak ayah dan amak berdampingan dengan bidadari" di syurga kelak. Aku berharap penuh mereka bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Tercabut nyawanya dalam keadaaan khusnul khatimah. Karna tak ada kebahagiaan yang paling tinggi ketika bisa bertemu Allah bersama keluarga tercinta. Uhibukhifillah amak. Uhibukhafillah ayah. Semoga Allah memberkahi ayah dan amak. Aaamiiin yaa Rabb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar