Minggu, 17 Januari 2016

Mom's Birthday

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

“Tepat tanggal 6 November  1959  ibuku dilahirkan. Tak ada kado dan tak ada ucapan pada tanggal 6 November 2015. Hanya tulisan ini yang dapat mencurahkan rasa kasih dan sayangku pada beliau. Dan baru hari ini ku bagikan dikarenakan netbookku error parah

Happy milad amaaakk. Aku mencintaimu karena Allah. Aku sangat sangat menyayangimu lebih dari orang mana pun. Kisah-kisahmu saaat aku masih kecil selalu terngiang hingga kini dan selalu membuatku semakin merindukan masa-masa kebersamaan itu, meski banyak air mata yang dilalui amak. Hmm, perjuanganmu sungguh berarti bagiku. Karenamu mungkin aku tak sampai pada titik ini. Karenamu mungkin aku tak bisa hidup dengan kemanjaanku. Karena do’amu, Allah selalu memberikan hal terbaik padaku. Dan aku sangat mensyukuri itu, meski aku sering kesal atas kesabaranmu yang terlalu besar dan diammu. Tapi aku banyak belajar dari itu semua, walaupun belum aku terapkan sepenuhnya.

Semoga Allah selalu merahmatimu dan memberkahimu. Semoga kita sekeluarga selalu saling menyayangi, mencintai, menolong dan ikhlas karena Allah, serta bisa kumpul bersama di syurga-Nya.

Maafkan anakmu ini yang selalu menggunakan nada tinggi saat tak tahan dengan kerisauan dan kekhawatiran tentangku. Aku tak ingin amak memikirkan hal yang berat-berat sehingga membuatmu sulit tidur dan cemas sepanjangan hari. Aku ingin amak bahagia dan percaya aku bisa mengatasi segala hal, meski aku kesulitan sekalipun. Usaha amak dari aku kecil sampai remaja itu sudah lebih dari cukup, sekarang biarkan ayah saja yang membantuku. Bukan aku tak ingin amak ikut campur dengan urusanku, aku cuma ingin amak tenang, tak banyak pikiran dan bahagia. Sudah itu saja. Jangan bersedih atau berpikir terlalu keras tentang aku. Aku sudah berumur 22 tahun, walaupun masih bertingkah seperti anak SD, tapi aku akan berusaha menjadi perempuan yang menyenangkan, mandiri dan shalehah. Santi butuh waktu amak :’)

Aku ingin kita pergi ke rumah semua dokter, bidan dan perawat yang menjadi teman dekat amak. Dan kita jalan ke semua tempat yang amak inginkan. Tak usah risau mabuk darat. Kita akan berhenti di setiap amak mulai gak nyaman. Aku ingin memastikan bahwa aku pernah membuat amak bahagia di dunia. Karena untuk akhirat aku belum bisa menjamin bahwa akulah yang membuatmu di syurga sana. Masih ada 4 anakmu yang lebih mampu membuatmu bahagia di syurga. Karena aku masih penuh dalam kemaksiatan. Nantikan aku berhasil menjadi perempuan yang disayang keluarga, perempuan yang disayang suami beserta keluarganya dan perempuan yang disayang anak-anaknya. Nantikan aku, amak. Uhibukhifillah, amak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar