Rabu, 15 November 2017

Jodoh 2

"Ti..utarakanlah perasaan kw ke dia."

Hmm..dulu aku pernah meminta kesempatan kedua ke seseorang yg begitu lama aku sukai dan aku kelas 1 sma pernah berniat menikah dgn dia suatu saat nanti. Tapi apa, perasaan ini tak henti2nya mengagumi sosok lebih dari dia wlwpn itu cuma sekedar perasaanku saja. Tiap orang itu unik, tiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan yg berbeda2. Jadi, ini murni mengenai perasaan yg berubah2 seolah yg lain lebih baik pdhl itu cuma perasaanku saja. Yaa wlwpn aku tetap menanti dia pd akhirnya dgn banyak perbandingan yg terlintas. Kelas 2 sma aku sudah memikirkan manfaat hamil karena tiap detiknya berpahala. Aku dulu benar2 terlalu berpikir tentang diriku namun aku tidak pernah cerita ke orang yg lebih beragama dan dewasa sehingga tidak dapat pencerahan lebih. Hanya berkutat pada buku agama dan buku lainnya saja. Di keluarga juga aku tidak pernah curhat yg bs mendewasakanku, tidak ada yg bs mendengarkanku dan menasehatiku dgn sabar. Hidup di rmh hanya sebatas bangun makan sekolah les main, sudah itu saja. Rutin begitu terus. Tidak ada yg bs mendengarkanku gimana keseharianku, tidak ada yg menasehati dr kisah2ku, dsb. Aku belajar cuma dr apa yg aku lihat saja. Entah benar entah salah. Aku berpikir kelak aku kena marah keluarga kalo aku cerita kenapa aku mw menikah yaa di usia segitu kenapa aku mw hamil pdhl hal seperti ini sangat tabu bagi orang2 sekitarku. Sebenarnya gak salah, aku baru tw. Aku dengar dari ustadz khalid basalamah, itu lumrah. Beritahukan saja apa2 yg anak2 kita mw tw, sesuai dgn batas mana ia ingin tw. Jelaskan sesuai syariat Islamnya, sudah. Tuntun anak untuk mencapai ridha Illahi dari keingintahuan anak. Dimulai dari sana, anak akan lebih nudah mencerna. Hhh itulah pentingnya ilmu agama dan ilmu parenting. Lalu seiring waktu perasaanku ke orang tu berubah. Tak sebegitunya lagi.

Jadiii..apa guna pengakuanku bila aku ulangi lagi? Itu aku cuma meminta kesempatan kedua. Gimana kalo aku sampai menyatakan rasa? Hhh rasanya wah sungguh tidak bertanggung jwb aku atas ucapanku. Aku bilang suka, aku minta dia, tapi kelak aku mengganti orang yg aku suka, mending aku lelaki yg bisa maksimal 4 istri. Ini aku perempuan, yg harus setia dgn 1 lelaki. Yaa hingga akhirnya aku selalu memilih menikmati perasaanku, semembara apapun itu. Aku lebih memilih berteman baik saja. Toh memangnya aku sudah mempersiapkan diri untuk dipinang? Memangnya persiapanku sudah ada? Memangnya siap sebulan lagi nikah? Memangnya sudah mantap perasaan tu ke dia dan takkan terganti lagi serta siap mempertahankannya ketika banyak bandingan diluar sana? Itu pertanyaan di hatiku selalu. Hingga kelak smw bs terjawab, barulah kelak aku pantas mengutarakan rasaku kepada dia yg aku suka di suatu hari nanti. Namun sampai saat ini, aku lebih berat memilih untuk diam. Biarlah Allah datangkan lekaki terbaik itu. Lelaki terbaik pilihan Allah. Aku percaya Allah akan kabulkan doa2 hambaNya ini, mengabulkan doa2ku. ^^ hidup juga gak sebatas soal rasa, karna rasa akan habis begitu saja setelah memiliki. Karna ujian berikutnya akan silih berganti. Belum lagi ujian ketika bosan melanda, datangnya orang2 yg mmbwt pasangan terbandingkan. Disanalah penting menjaga komitmen yg telah dibangun berlandaskan agama, bukan karna rasa semata. Sehingga di ibadah yg telah memenuhi separuh dien ini bisa saling menguatkan dan menjaga perasaan. Allah akan bantu hambaNya yg senantiasa menjaga dirinya dan agamanya. :) ahh ku masih jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar